Kemendikdasmen Perkuat Kemitraan Internasional untuk Peningkatan Kompetensi SDM Pendidikan - POKJAR KRIDATAMA PKBM KRIDHA WIYATA

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 02 September 2025

Kemendikdasmen Perkuat Kemitraan Internasional untuk Peningkatan Kompetensi SDM Pendidikan

Jakarta, 27 Agustus 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) resmi menandatangani Nota Kerja Sama (Memorandum of Cooperation/MoC) dengan Monash University, Australia.

Kemendikdasmen Perkuat Kemitraan Internasional untuk Peningkatan Kompetensi SDM Pendidikan

Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan kemitraan internasional guna meningkatkan kualitas guru serta tenaga kependidikan di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional. “Kami meyakini kolaborasi dengan Monash University tidak hanya berkontribusi dalam penguatan kapasitas guru dan peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan antara Indonesia dan Australia. Dampaknya akan terasa luas bagi kemajuan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8).

Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam MoC tersebut, salah satu fokus utama adalah peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui program pelatihan pada berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga pendidikan profesi guru. Bidang yang menjadi prioritas mencakup Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), matematika, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), literasi, numerasi, pendidikan inklusif, bimbingan konseling, serta kepemimpinan sekolah.

Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidik merupakan salah satu prioritas utama Kemendikdasmen. Hal ini selaras dengan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang sejalan dengan Asta Cita ke-4 Kabinet Merah Putih, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Kami berharap melalui kerja sama dengan Monash University, berbagai program dapat terus dikembangkan, mulai dari pelatihan guru, evaluasi program, hingga pertukaran pakar, guru, maupun pengelola pendidikan,” terang Nunuk. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan MoC ini sebagai langkah awal menuju kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Dukungan dari Monash University

Sementara itu, Matthew Nicholson, selaku President dan Pro Vice-Chancellor Monash University, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa keterlibatan Monash di Indonesia merupakan wujud komitmen universitas dalam mendukung pembangunan pendidikan global.

Nicholson menambahkan, “Monash University tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, kolaborasi lintas negara dan institusi menjadi kunci agar ilmu pengetahuan dapat memberi dampak nyata. Kemitraan dengan Kemendikdasmen merupakan kesempatan berharga untuk menyatukan keunggulan dari Indonesia dan Australia demi kepentingan guru serta peserta didik,” ungkapnya.

Latar Belakang Kemitraan

Kerja sama antara Ditjen GTKPG Kemendikdasmen dan Monash University sejatinya telah berlangsung sejak tahun 2022, melalui penyelenggaraan program pelatihan teknis singkat (non-gelar) atau micro-credential yang didukung beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan kompetensi tenaga pendidik pada bidang numerasi, pendidikan inklusif, serta pendidikan anak usia dini (PAUD).

Dengan adanya MoC terbaru ini, diharapkan program pelatihan yang telah berjalan dapat diperluas, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia pendidikan yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages